Showing posts with label FROM VIVAnews. Show all posts
Showing posts with label FROM VIVAnews. Show all posts

Thursday, November 18, 2010

Melamun dapat mengurangi rasa bahagia

VIVAnews - Melamun di sela-sela rutinitas memang melenakan. Mulai dari membayangkan kisah masa lalu yang suram hingga mimpi indah tentang masa depan. Tapi tahukah Anda bahwa kebiasaan ini tak hanya bisa mengganggu pekerjaan, tapi juga membuat seseorang merasa tidak bahagia.
Seperti dikutip dari Genius Beauty, penelitian tim psikolog Universitas Harvard menunjukkan bahwa mayoritas orang menghabiskan 46,9 persen waktunya untuk melamun. Inilah yang dikata membuat kebahagiaan seseorang tereduksi.
Penelitian itu menekankan bahwa kebahagiaan seseorang yang sebenarnya adalah ketika hidup di alam realita, bukan ketika berkelana dalam lamunan indah tentang sukses hidupnya.
Puncak tertinggi kebahagiaan datang pada waktu komunikasi aktif dengan teman-teman. Teori yang sama menjelaskan mengapa begitu banyak orang lebih suka melakukan olahraga ekstrem, mendaftar di berbagai klub dan menghabiskan malam di bar, sambil berbicara dengan teman-teman.
Banyak orang seringkali tanpa sadar hanyut dalam lamunan ketika mendengarkan musik, bermain, istirahat, bekerja, atau duduk di depan komputer. Lamunan jarang muncul ketika sedang membaca, menonton televisi, atau melakukan pekerjaan rumah.
Demi kepentingan penelitian, tim mengembangkan aplikasi khusus untuk iPhone, yang secara acak mengirim tiga pertanyaan sederhana kepada 2.250 partisipan yang tersebar di berbagai penjuru dunia.
Pertanyaan tersebut yaitu, "Bagaimana perasaan Anda hari ini?", "Apa yang kamu lakukan sekarang?" dan "Apakah Anda saat ini sedang berpikir sesuatu yang lain dari apa yang Anda lakukan?"
Hasilnya, dalam setiap aktivitasnya, mayoritas partisipan membiarkan 30 persen pikirannya berkelana ke alam lamunan. Hanya ketika menjalani aktivitas seksual, mereka cukup fokus. 

Wednesday, November 17, 2010

Armada UFO Jerman (NAZI)

VIVAnews -- Saat tentaranya mulai remuk di dua front terpisah, Salingrad dan Afrika Utara, Hitler yang frustasi mulai mengalihkan "kegilaannya" dengan memerintahkan para ilmuwan menciptakan senjata perang super.

Di antaranya, roket V2 dan jet tempur pertama yang sayangnya terlambat untuk menghentikan datangnya kekalahan.

Yang lainnya, sangat ambisius. Misalnya, ide membuat pesawat mirip piring terbang atau UFO untuk misi mengebom London, Inggris dan New York, Amerika Serikat.

Piring terbang tersebut diduga tak hanya sekedar gambar, melainkan sudah berbentuk prototipe dan sudah uji terbang. Insinyur proyek ini, Joseph Andreas Epp, mengatakan, sudah 15 prototipe dibangun.

Digambarkan dia, pesawat itu terdiri dari kokpit yang berada di tengah dan dikelilingi sayap berputar mirip baling-baling yang berbentuk lingkaran. Sayap ini memberikan daya angkat bagi pesawat itu.

Setelah lepas landas, baru roket dinyalakan.

Program di bawah komando perwira SS, Hans Kammler pada 1944 dikatakan telah membuat terobosan signifikan dalam percobaan anti-gravitasi. Demikian diungkap dalam majalah sains Jerman, PM.

Proyek ini awalnya disebut skema Schriever-Habermohl. Rudolf Schriever  adalah seorang insinyur dan pilot penguji. Sementara Otto Habermohl adalah insinyur. Proyek ini berbasis di Praha antara 1941 dan 1943.

Majalah tersebut mengutip pengakuan orang-orang yang yakin menjadi saksi mata piring terbang ditandai dengan salib besi khas tentara Jerman terbang rendah di atas Thames pada 1944. Juga kesaksian beberapa tawanan sekutu yang melihat piring terbang keperakan terbang rendah di beberapa kesempatan.

"Ancaman serius juga mengarah ke Amerika," demikian ditulis dalam majalah PM, seperti dimuat Daily Mail, Rabu 18 November 2010.

Di masa itu, media New York Times menulis berita tentang 'piring terbang misterius' dan mempublikasikan foto benda aneh yang melintas cepat di atas gedung-gedung yang menjulang tinggi.

Majalah PM juga mengatakan, Jerman telah menghancurkan dokumen aktivitas mereka. Namun pada 1960 di Canada, ahli UFO berhasil menciptakan model tiruannya. Dan terbukti, benda itu bisa terbang.

Hal yang sama juga pernah diungkap Igor Witkowski, mantan jurnalis dan sejarahwan teknologi militer dan kedirgantaraan Polandia.

Dalam bukunya, 'Prawda O Wunderwaffe' pada tahun 2000, ia mengklaim bahwa Nazi telah menciptakan pesawat berbentuk lonceng. Setelah perang, ilmuwan Jerman banyak membantu program luar angkasa AS.