Showing posts with label KRITIKAN SO'SIAL. Show all posts
Showing posts with label KRITIKAN SO'SIAL. Show all posts

Tuesday, June 1, 2010

TPI apa TDM

Untuk seluruh rakyat di indonesia saya rasa sangat mengenal sekali dengan salah satu stasiun televisi swasta seperti TPI.. pasti kenal dong, kecuali kalau dirumahnya tidak ada televisi.. lah wong saya sendiri saja menonton di balai desa Hallahh.. sudah kaya di kampung saja ini ceritanya, tapi sungguh hal yang ingin saya tulis kali ini adalah soal televisi pendidikan itu yang katanya dulu nyaris akan di tutup karena mengalami kebangkrutan atau  memang sudah hampir sebagian besar rakyat indonesia malas untuk membuka chanel TPI,  mengapa...?? entahlah..

Sebetulnya yang membuat saya ingin membicarakan soal TPI adalah karena saya melihat sudah tidak ada lagi acara yang sesuai dengan nama dari televisi tersebut, Dahulu ketika stasiun televisi masih segelintir, TPI adalah stasiun yang selalu ramai di ikuti, khususnya bagi para pelajar , sebab dengan menonton acara di TPI rasa-rasanya pendidikan benar-benar terjadi secara baik dan sesuai dengan singkatannya pasti TPI (Televisi Pendidikan Indonesia)

Sekarang ini dengan banyaknya stasiun televisi di indonesia, seharusnya pihak dari TPI tetap mempertahankan statusnya sebagai televisi pendidikan dengan lebih sering menampilkan acara pendidikan yang di kemas dengan zaman seperti sekarang ini yang telah mengglobal dimana internet mudah di akses di warnet-warnet menjamur seperti kacang goreng, mengingat anak-anak zaman sekarang yang mudah bosan dan siklus yang berbau kemudahan alias instant menggrogoti terus urat nadi anak-anak bangsa indonesia, jadi dengan kemasan yang menarik saya rasa pendidikan tidak akan pernah di tinggalkan 

Saya hanya segelintir orang yang menyaksikan semua hal yang terjadi di dunia dan di indonesia, dan saya sendiripun tidak bisa berbuat banyak, hanya mampu memberikan kritikan penyambung lidah tetangga yang sering kasak-kusuk ketika sibuk bermain gaplek di sabtu malam, jadi saran saya dan tetangga-tetangga di rumah,  sebaiknya TPI  di ganti nama menjadi TDM (Televisi Dangdut Mania ), sebab lebih banyak acara dangdutan seperti hajatan yang sedang berlangsung, apalagi cerita -cerita tidak jelas untuk anak-anak, Jadi kembalikan TPI , benar-benar TPI (televisi pendidikan indonesi) seperti dulu ...!! dengan kemasan baru, atau ganti nama dan logo atau..

Maaf .. sekali lagi maaf.. bukan maksud hamba seperti mandor angkuh dengan pengahasilan pas-pasan, hamba hanyalah penyambung lidah para tetangga yang saya sendiripun bingung mengapa masalah seperti ini saja di ributkan setiap pagi, rasanya kok TPI jadi begitu kumuh, permohonan maaf dan tulisan tidak bagus ini sekiranya mampu memberikan pengartian yang positif, terima kasih untuk semua pihak yang terlibat di TPI saya percaya bahwa anda-anda memiliki kualitas terbaik untuk memajukan terus TPI di kancah peperangan dan persaingan televisi di indonesia

Tuesday, January 19, 2010

Kesetaraan dan kesetaraan, lagi - lagi kesetaraan'

Pendidikan adalah hal yang penting, namun terkadang pendidikan masih terbentur oleh kesetaraan gender, akan tetapi di dalam kehidupan bermasyarakat dewasa ini kestaraan gender yang ternodai sudah agak memudar di karenakan sebab akibat adanya emansipasi wanita dalam dunia modern

faktanya dalam sebuah artikel ''urgensi kurikulum gender dalam pendidikan'' (2008) oleh khusnul khotimah (dosen jurusan dakwah di IAIN purwokerto (baca: kompas 18 jan 10)) menunjukan bahwa penduduk perempuan yang berhasil menamatkan pendidikan SLTP baru 35,9% saja, sedangkan penduduk laki-laki 46%, pada jenjang perguruan tinggi jumlah perempuan sekitar 3,06% di bawah jumlah laki-laki yang mencapai 4,1%

Beberapa lembaga pendidikan mungkin sebaiknya bisa menjadi lebih responsif serta sensitif gender, dan bila ini tidak terjadi maka mustahil kaum wanita tercapai dalam kurikulum siswa maupun pengembangan karyawan. 

Menyediakan kesempatan yang luas bagi staf pengajar perempuan untuk mengikuti berbagai program pengembangan diri seperti seminar mungkin bisa menjadi alternatif lain untuk meningkatkan kompetisi pengajar perempuan dalam mencerdaskan anak didiknya

Dengan cara bersikap selektif dalam menyusun materi , buku, dan untuk tidak menjadikan stereotip pada gender tertentu dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan masalah-masalah yang biasa terjadi dewasa ini, mungkin juga dapat membuat semua hal yang bersifat kesetaraan gender dapat sedikit terhapuskan sehingga kaum perempuan itu sendiri akhirnya dapat memilih dengan hati tanpa takut kepada hal-hal tertentu, sehingga sebuah kalimat akan 'emansipasi wanita' dapat benar-benar terwujud. Akhirnya semua pihak pun perlu berjuang untuk itu semua, agar tercipta keadilan khususnya keadilan dalam pendidikan.

Sunday, July 19, 2009

BOLA dan tetes air mata...

pemain bolanya masih di malay setannya dah nyusul ke indonesia duluan,,(MU dgn julukan si setan merah) mungkin karna di indonesia pemain bola posisi di lapanganya penyerang semua kalie ya mpe penontonya aza penyerang...wheheheh..

yah ini bukan isu mungkin sekedar kritik yg hangat sehangat kompor mleduk... karna kenyataanya di indonesia sering terjadi penyerangan para penonton, yg merasa tidak puas ketika tim keseblasanya kalah, sebuah sikap kesempitan pola pikir karna sulit menerima kekalahan padahal para pemain bolanya itu sendiri

saja saya rasa sudah cukup maksimal bermain bahkan sudah mati-matian mungkin mempertahankan gawang namun bagaimana mau dikata para penonton teryata lebih garang dri yg di perkirakn... mungkin kita sebagai penikmat bola di seluruh nusantara ini harus banyak belajar untuk bisa bersikap sportif alias mau menerima kekalahan karna apapun permainan yg kita mainkan memang sebuah permainan ada kalah pasti ada yg menang... dan berita ttg MU yg membatalkan kedatanganya karna insiden yg terjadi beberapa hari sebelum mereka datang mungkin menjadi berita perih khususnya para penggemar MU di seluruh negri namun pa mau di kata nasi sudah menjadi bubur dan buburnya sudah basi satu2nya harapan adalah mengiklaskan mungkin memang belum saatnya indonesia merayakan kesenanganya lg seperti puluhan th yg lalu.... untuk para MU mania ttp semangat'' av.

Sunday, July 12, 2009

acara tivie..

Ada- ada saja acara yg hadir di pertelevisian indonesia saat ini seperti tukar nasib.. mungkin konsep terbentuknya acara itu adalah untuk bisa saling merasakan namun menurut saya agaknya itu terlalu berlebihan dan lucunya saya sempat berfikir bahwa siapapun orang kaya yg mau di tukar nasibnya itu adalah sekumpulan orang bodoh pencari sensasi sedangkan orang miskin yg mau di tukar nasibnya adalah sekumpulan orang licik yg tidak bisa mensyukuri hidupnya

Sungguh aneh acara yg disajikan di televisi akhir-akhir ini, namun seperti yg pernah saya tulis sebelumnya (sinetron model baru) bahwa apapun acara yg tersaji di pertelevisian iondonesia saat ini anggap saja guyon dan mungkin saya pribadi mencoba untuk sedikit menghargai pembuat konsep acara itu maupun acara yg sejenis

Paling tidak orang-orang dunia pertelevisian indonesia sedang berusaha untuk membuat hiburan, jadi seperti yg saya bilang dulu.. nikmati dan jgn di pikirin karna acara seperti itu bukan untuk di pikirin melainkan untuk di nikmati. itu jg kalu anda sekalian suka dgn acaranya.. klu ga suka ya sudah.. acara lain di televisi banyak toh....

Monday, April 27, 2009

sinetron model baru

sinetron model baru'' yah cukup untuk menggambarkan fenomena yg terjadi di indonesia ketika sebuah acara reality show yg sebenarnya telah berakhir masa kejayaanya, maka para pemain bisnis di pertelevisian indonesia mulai mencari jalan bagaimana caranya agar sebuah acara yg tercipta tetap menjadi yg terdepan maka tanpa panjang berfikir lebar mereka memanfaatkan sedikit ide2 mereka untuk ttp n terus menayangkan acara tersebut dengan aturan maen yg tentu saja ditambah sedikit merona biru alias penambahan

Menurut saya bolehlah untuk hitungan bisnis apalagi masyarakat indonesia rata2 memiliki sifat yg agak munafik termasuk saya mungkin, maka terjadilah reality show plus2, alias plus sandiwara maksud saya, pada awalnya masyarakat penikmat acara televisi amat sangat menikmati acara yg telah di buat itu namun lambat laun semua masyarakat indonesiapun mulai merasa ada kejanggalan dalam acara ini ujung2nya memang setengah masyarakat mengerti bahwa acara yg mereka tonton telah diberikan sedikit modifikasi

banyak sekali yg protes meski keprotesan mereka hanya sebatas di hati dan pembicaraan dari mulut ke mulut namun dalam hal ini saya melihatnya sebagai revolusi pertelevisian karna percaya atau tidak dalam dunia pertelevisian itu harus ada yg namanya unsur hiburan yg tentunya hiburan itu harus di sesuaikan jg dgn kondisi msayarakat yg menonton pula

Sebetulnya hal seperti ini pun terjadi bukan hanya di indonesia namun di luar negeripun semua hal yg berhubungan dgn dunia penyiaran itu pasti ada unsur yg harus menghibur contoh seperti beberapa th yg lalu di pertelevisian di spanyol ada sebuah acara yg berhubungan dgn ramalan cuaca dimana pada waktu itu rating penonton menurun lantas apa yg dilakukan para pemain bisnis di pertelevisian sana?? yah mereka melakukan sedikit modifikasi yaitu dngan menampilkan para pembawa acara baik itu pria ataupun wanitanya mereka berbugilria ketika membawakan acara

Tentu saja di sebuah negara yg berasaskan kebebasan ini secara tidak langsung telah membuat nuansa yg berbeda dlm sebuah pertelevisian sudah barang tentu acara itu pun disambut hangat kembali oleh para penikmat televisi , dari kasus yg saya tulis di atas sebetulnya saya hanya ingin sedikit menyampaikan pesan yg memang tersimpulkan dari pemikiran saya saja, bahwasanya semua hal acara yg terjadi di televisi anggap saja sebuah hiburan yg tidak perlu difikirkan dgn terlalu dlm, nikmati,berikomentar,n selamat anda telah berpartisipasi dlm dunia pertelevisian.